Single and Happy

Ketika saya membaca tema hari ini, seperti tertera di judul, saya tertawa. I dont know what i want to write about single and happy.

Saya tidak pernah merasa single and happy. Saya memang sedari kecil selalu sendiri. Dalam artian, saya memiliki semua yang saya butuhkan sehingga saya tidak merasa perlu bantuan orang lain. Saya berada di lingkungan yang sangat nyaman sehingga saya merasa saya tidak perlu bantuan orang lain.

Paradigma ini sedikit berubah seiring saya dewasa. Ternyata memiliki orang yang bisa diajak bertukar pikiran itu menyenangkan. Apalagi lawan jenis hahaha. Semenjak itu, saya tidak pernah sendiri. Selalu ada lawan jenis yang dekat dengan saya. Bukannya saya tidak suka dengan kaum saya. Kaum saya itu terlalu perasa untuk menghadapi obrolan- obrolan sederhana dan santai yang saya utarakan.

Lawan jenis terakhir yang dekat dengan saya sebelum saya menikah cukup mengubah hidup saya. Dia pergi bahkan ketika saya belum bersiap untuk kepergiannya. Atau saya yang memang tidak akan pernah siap jika ditinggal siapapun pergi dalam hidup saya?

Dia berhasil membuat saya terpuruk cukup lama. Namun saya juga harus berterima kasih kepadanya karena dia juga yang membuat saya berada di kualitas terbaik dalam hidup saya sejauh ini.

Kebahagiaan tidak harus ditentukan oleh single atau tidak nya status kita. Kebahagiaan bisa kita tentukan sendiri bersama orang terkasih ataupun tidak.

Kalau saya lebih memilih ada orang yang bisa membuat saya nyaman untuk bisa membuat saya nyaman di tengah kesendirian saya.

Kind Regards,

Aurora Rizkika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *