My Personality

Ada sebuah project menarik di social media dalam mengisi PSBB kali ini. 30 Days Writing Challange.

Ya, menulis selama sebulan. Minimal satu tulisan dalam sehari. Harusnya dimulai waktu PSBB dimulai. Around 14 September 2020. Tapi nanti saya bingung gimana ngitungnya hehehe

Jadi mending dimulai sekarang. Tanggal 1 Oktober 2020.

Topik pertama tentang my personality. Hmmm…..topik yang sulit. But let’s try…..

Hal yang pertama saya sadari dari diri saya adalah saya orang yang keras. Jika saya sudah punya satu opini tentang suatu hal, saya akan sulit mengubah opini saya tersebut kecuali diberikan fakta- fakta baru yang belum saya ketahui sebelumnya dan itu bisa dicerna oleh akal sehat saya.

Saya dari kecil diajarkan untuk memiliki prinsip. Ibaratnya, jika kamu pingin noton film di bioskop, tonton lah film tersebut dan pergi lah ke bioskop. Meskipun semua orang di dunia memberitahu untuk jangan buang- buang waktu pergi ke bioskop dan menonton film itu.

Hal itu terus diulang- ulang oleh ayah saya ke saya dan adik saya. Namun pelan- pelan beliau menyisipkan bahwa terkadang pilihan yang kita ambil salah dan tidak menyenangkan. Namun jika kamu suka pilihan tersebut dan merasa itu hal yang benar, maka terima hal tersebut beserta konsekuensinya.

Tapi sepertinya hal terakhir agak kurang dicerna dalam otak saya hehehehe……….

Begitu lah saya. Keras dan memiliki prinsip. Meskipun kadang prinsip saya aneh dibanding orang kebanyakan. Mungkin karena saya tidak pernah berada pada situasi sulit. Saya tidak pernah kesulitan untuk makan, saya tidak pernah kesulitan untuk sekolah, saya tidak pernah merasakan harus berjuang mencari uang, semua fasilitas ada di rumah sehingga saya tidak pernah merasa bahwa saya perlu teman bermain dan lain sebagainya.

Hal- hal tersebut yang membuat saya mungkin dianggap terlalu annoying untuk beberapa pihak. Karena saya terlalu keras menyampaikan suatu prinsip yang mungkin juga diakui pihak lain bahwa yang saya sampaikan itu pada prinsipnya adalah benar. Namun pihak tersebut mungkin juga terlalu malu untuk mengakui bahwa saya benar.

Kind Regards,

Aurora Rizkika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *