Top-Down Communication

“Bu, justifikasi kita mengadakan acara ini apa?”

“Arahan atasan.”

“Tapi kalau kita mengadakan acara ini, tentu akan ada banyak pihak yang tidak suka dan tersinggung. Saya cuma gak mau nanti kita dipersulit ke depannya.”

“Ya, tapi ini arahan atasan. Kita harus mengikuti itu bukan?”

Pernah terjebak di dalam percakapan seperti di atas? Ya, percakapan tersebut terjadi antara staff dan atasannya. Seorang staff sedang mengingatkan atasannya tentang rencana penyelenggaraan suatu acara sekaligus mengingatkan atasannya tentang resiko yang akan dihadapi jika acara tersebut terselenggara.

Tapi tidak semua atasan menyukai sikap kritis dari staff nya. Meskipun tidak ada yang salah dari bersikap kritis.

Biasanya atasan yang tidak suka dikritisi oleh staff nya merasa bahwa dia, sebagai atasan, adalah orang yang paling pintar di tim tersebut. Staff nya hanya berfungsi sebagai pembantu untuk mencapai tujuannya yang mungkin tidak sesuai dengan arahan pimpinan seperti yang selalu menjadi alibi atas pengambilan keputusannya yang aneh.

Atau

Sesederhana atasan tersebut tidak terlalu mengerti maksud dari perintah atasannya.

Ada staff yang merespon keengganan atasan terhadap sikap kritis staff nya dengan tetap mengerjakan apa yang diperintahkan meskipun kita semua tahu bahwa ujungnya akan lebih banyak mudharat nya dibandingkan manfaatnya. Biarlah, toh yang nanti dianggap tidak perform adalah atasan, bukan dia sebagai staff.

Ada pula yang memilih untuk tidak mengerjakan perintah atasannya karena dia mengetahui bahwa mau dilakukan dengan cara apapun, jika perintah itu dikerjakan tetap ujungnya akan membawa dampak negatif bagi organisasi. Dan staff yang memilih sikap ini tidak menginginkan ia menjadi bagian dari pembawa dampak negatif tersebut.

Tetapi kita semua tahu akhirnya. Staff yang memilih sikap yang terakhir, akan dicap sebagai staff yang tidak bisa bekerja dengan harmonis bersama tim.

Tapi kita semua lupa. Semua orang pasti memiliki pertimbangannya masing- masing dalam mengambil keputusan.

Kind regards,

Aurora Rizkika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *