Tinggal dan Meninggalkan

Ketika dua insan manusia sedang menebarkan atmosfer cinta, rasanya dunia hanya milik berdua. Yang lain tidak ada apa- apanya

Akan dikarang seribu alasan untuk dapat tetap tinggal. Alasan yang terkadang dibuat- buat untuk menjadikan sebuah hal yang mustahil menjadi bisa terjadi.

Bersamaan dengan milyaran alibi yang digunakan.

Berjuta kalimat puitis nan romantis diucapkan melebihi pujangga tahun- tahun terdahulu. Semua dilakukan untuk menjaga agar tetap bersama. Untuk tetap tinggal.

Namun ketika perasaan itu hilang, entah disebabkan bosan atau hal lain yang diada-adakan, sepertinya semua alasan, alibi, dan kalimat putis nan romantis tersebut hilang bagai asap. Tidak berbekas.

Alasan, alibi, kalimat puitis yang biasa ada dan menyapa pagi digantikan dengan alasan, alibi, dan kalimat yang berbeda 180 derajat.

Entah apa alasan yang pernah terucap untuk tinggal, meninggalkan sepertinya membutuhkan alasan yang berbeda.

Jika tinggal membutuhkan kesepakatan, meninggalkan hanya membutuhkan keinginan satu pihak.

Karena pada ujungnya, satu pihak itu lah yang sebenarnya ingin meninggalkan.

Kind regards,

Aurora Rizkika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *