Menikah Itu…..

Saya adalah seorang ibu,istri,dan juga wanita yg sudah mengenyam pendidikan hingga s2.

Diusia saya semuda ini memang tidak heran jika saya sudah S2. Namun mungkin agak sedikit ‘dini’ jika saya sudah menikah dan menjadi seorang ibu.

Saya menikah diusia 22 tahun (satu tahun lebih lambat dr doa saya). Punya anak usia 23 tahun. Saya masih kuliah semester akhir ketika saya mengandung Aldebaran Gibran Prasetyo,buah hati pernikahan saya dan suami. Saya harus wisuda dengan perut mengembung besar karena Aldebaran waktu itu berusia 7 bulan dalam rahim saya. Alhamdulillah Aldebaran tidak terlalu rewel ketika dalam kandungan saya.

Ada bebetapa teman saya yang mengatakan bahwa saya tidak bisa menikmati masa muda akibat menikah dan memiliki anak diusia muda? Salah. Justru saya merasa bahagia dengan jalan yang saya pilih ini. Saya bisa pergi hingga tengah malam,nonton film midnight,jalan-jalan di mall sesuka hati. Ada temannya lagi (baca: suami).

Di dalam lubuk hati saya,saya meyakini……

Bahwa mungkin saya akan jauh dariNYA jika tidak menempuh jalan ini.

Namun perlu diingat bahwa jalan yang saya ambil ini mungkin hanya cocok dengan saya. Dalam artian,hasilnya belum tentu sama jika orang lain mengambil jalan yang sama dengan saya.

Karena,menikah itu bukanlah sekedar melengkapi hidup dan menemukan pasangan sejati. Menikah itu adalah ibadah dan melengkapi separuh agama. Tentu hal tersebut tidak boleh dianggap tidak serius,’kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *