Sekolah dan Sekolah Lagi

Saya menyadari bahwa saya terlahir dengan otak yang biasa-biasa saja. Saya harus belajar dan berusaha keras untuk mendapatkan rangking atas di kelas dan perjuangan itu harus saya lakukan setiap saat karena jika tidak maka saya akan terjungkal ke posisi tengah di kelas. IPK saya juga tidak terlalu tinggi. IPK S1 dan IPK S2. Saya tidak pernah menjadi nomor satu di kelas maupun di lingkungan.

Saya tidak pandai di kelas, tidak berotak cemerlang, dan tidak suka dengan sesuatu yg rumit seperti memecahkan persamaan matematika atau soal-soal psikotest.

Saya hanya ibu muda dengan satu orang anak bersama segala tanggung jawabnya sebagai ibu dan istri serta drama-drama ART nya. Tapi saya tahu ada satu hal yang bisa saya banggakan. Tekad kuat untuk SEKOLAH dan selalu ingin untuk menambah nilai diri saya.

SEKOLAH mungkin untuk beberapa orang adalah proses yang panjang,memakan waktu,melelahkan,dsb. Tidak banyak orang yang menikmati proses tersebut. Namun satu hal yg memang baru saya sadari akhir-akhir ini yaitu saya termasuk sedikit orang yg menikmati proses sekolah tersebut. Sekolah yang saya maksud tidaklah harus formal seperti melanjutkan jenjang S1 ke S2 lalu S3. Termasuk juga kursus-kursus atau sertifikasi-sertifikasi yang saya anggap menarik dan perlu untuk saya ambil.

Konsekuensi dari jalan yang saya ambil adalah pembelajaran tiada henti (hingga akhir hayat hahahhahahahhaha). Namun sepertinya saya lebih nyaman mengambil jalan seperti ini (memperkaya diri dengan kemampuan baru melalui sekolah) dibandingkan dengan bersaing mencari lapangan kerja (meskipun saya tetap patah hati setiap saat ditolak oleh perusahaan tempat saya melamar kerja haha).

Dan pada akhirnya,saya yakin salah satu jalan rezeki dari Yang Maha Pemberi adalah melalui sekolah.

Best Regards,
Aurora Rizkika
Yang bosan dengan kuliah KUP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *