A Morning Person

Baru belakangan ini saya menyadari bahwa saya adalah a morning person. Saya lebih suka melakukan apapun yang harus saya lakukan pada hari itu sepagi mungkin. Alasannya adalah ketika pagi hari, otak kita masih fresh dan masih segar untuk memikirkan apapun atau bahkan untuk dimasuki pelajaran S2 MMUI yang sebegitu susahnya.

Saya baru menyadari hal ini ketika ada seorang teman yang saya ajak ketemuan untuk membahas suatu hal serius pada jam 9 pagi di salah satu kedai kopi.

“Gila, lo! Pagi bener,”ujarnya saat itu.

Saya hanya bisa membalas, “Ya sudah, mau jam berapa?”

Padahal saya berpikir malah enak ketemuan pagi-pagi karena jalanan akan sedikit lebih lancar jika dibandingkan ketika siang hari dan saya bisa beraktifitas lagi setelah urusan saya dengan dia selesai. Ya, karena dia ingin bertemu lebih siang ya sudah saya atur rencana lagi agar hari itu bisa saya lalui dengan produktif.

Yang jadi pikiran adalah, apakah ‘beraktifitas’ siang hari menjadi tipikal masyarakat Indonesia yang susah bangun pagi? Soalnya rata-rata teman-teman saya setiap saya ajak ketemuan sekitar jam 9 atau jam 10 pasti menolak (atau mengiyakan dan terlambat datang).

Apapun itu, saya akan tetap lebih suka ‘keluar rumah’ sepagi mungkin (normal nya ya jam 8/9) agar lebih banyak aktifitas yang bisa saya lakukan di hari itu. Dan YA saya bangga dengan istilah yang ditujukan pada saya A Morning Person.

Aurora Rizkika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *